Mengapa Seseorang Bercerai?
Berikut ini beberapa problem yang sering dijadikan alasan seseorang bercerai. Lima alasan yang sering dijadikan alasan bercerai yaitu:
Alasan 1: Saya merasa jauh dengan pasangan saya
* Penyebab: Pekerjaan mungkin mengharuskan Anda dan psangan menghabiskan waktu yang cukup lama secara terpisah. Waktu yang dihabiskan untuk berkumpul dengan teman, melakukan hobi juga menjadikan semakin sedikit waktu yang dihabiskan dengan pasangan hidup.
* Solusi: Coba periksa kembali jadwal Anda. Prioritaskan waktu untuk dihabiskan bersama pasangan.
Pekerjaan mungkin tidak dapat dielakkan, tetapi waktu-waktu yang Anda habiskan untuk sekadar jalan dengan teman atau melakukan hobi dapat dikurangi. Atau, ajaklah pasangan Anda melakukan hal tersebut bersama-sama. Secara teratur, sisihkan waktu untuk berbicara dan menceritakan perasaan masing-masing, misalnya setengah jam sebelum tidur. Kebersamaan pada sepasang suami istri menjadi sesuatu yang penting untuk kelangsungan pernikahan.
Alasan 2: Saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan dan butuhkan dari pernikahan
* Penyebab: Sebagai manusia yang tidak sempurna, memang kita terbiasa memikirkan apa yang dapat diperoleh. Akibatnya, kecenderungan manusia adalah melihat sisi negatif dari pasangan.
* Solusi: Janganlah berpikir untuk memperoleh sesuatu dari pernikahan Anda. Sebaliknya, kembangkan semangat memberi pada pasangan tanpa mengharapkan imbalan.
Alasan 3: Kami sudah tidak cocok, tidak ada rasa cinta dan respek antara saya dan dia
* Penyebab: Kesibukan, seringnya pertengkaran atau pikiran negatif kepada pasangan dapat menghancurkan rumah tangga.
* Solusi: Untuk menumbuhkan kembali rasa cinta dibutuhkan upaya dari kedua belah pihak. Berlibur berdua dapat menjadi pilihan. Tetapi, yang lebih utama adalah berusaha agar menjalankan kewajiban sendiri. Misalnya, sebagai istri, berupayalah menjadi istri yang baik dengan menunjukkan espek kepada suami. Ini akan membuat suami dihargai dan akan menyayangi Anda. Begitu pula dengan suami yang tidak bertindak diktator dalam memimpin rumah tangganya dan jadikan istri sebagai partner bukan sebagai pesuruh.
Alasan 4: Saya tidak tahan dengan kebiasaan buruknya, dia sangat berbeda dengan saat masih berpacaran yang tampak sempurna
* Penyebab: Pasangan Anda mungkin memiliki kebiasaan yang tidak Anda sukai. Walau Anda sudah memintanya untuk berubah, tetapi kebiasaan ini selalu diulangi lagi. Kebiasaan terlambat, berantakan atau boros sering menjadi hal yang mengganggu.
* Solusi: Hindari untuk berfokus pada kebiasaan padangan yang menjengkelkan. Hal tersebut hanya akan membuat Anda dan pasangan semakin jauh. Cobalah ingat-ingat kembali, apa yang membuat Anda jatuh cinta pada pasangan. Berfokuslah pada hal-hal baik tersebut yang akan membuat Anda semakin mencintai pasangan.
Alasan 5: Suami saya tidak dapat memimpin keluarga dan selalu membuat keputusan yang salah
* Penyebab: Karena suatu keputusan yang dibuat pasangan tidak menghasilkan hasil yang baik, membuat Anda tidak lagi mempercayai pasangan. Kasus lain, suami tidak mau membuat keputusan dan meyerahkan semua keputusan pada Anda.
* Solusi: Sebuah keluarga hendaknya dipimpin seorang suami. Coba periksa diri Anda, apakah selama ini Anda terus-menerus mengungkit kesalahan pasangan. Hal ini dapat menghancurkan perkawinan Anda. Sebaiknya, sebagai istri, Anda mendukung suami dan memujinya dengan tulus. Bersikaplah respek terhadap suami karena hal ini sangat dihargai suami sebagai kepala keluarga. Ini tidak berarti sebagai istri hanya dapat selalu menurut. Jika ada suatu pendapat yang tidak sesuai, sebaiknya dibicarakan dengan baik-baik, dengan nada suara yang lembut dan dalam waktu yang tepat.
Berupayalah untuk selalu berpikiran positif pada pasangan, ciptakan suasana yang penuh cinta dan upayakan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang tepat. Sebuah pernikahan tidak selalu harus diakhiri dengan bercerai meski terdapat berbagai alasan untuk bercerai. Menikmati perkawinan yang bahagia memang tidak mudah. Suami dan istri perlu memelihara perkawinan agar dapat terus berjalan.
Read More...
Tampilkan postingan dengan label Problem Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Problem Keluarga. Tampilkan semua postingan
Selasa, 02 Agustus 2011
Pendidikan Sex Untuk Anak
Mengapa Perlu Pendidikan Seks?
Anak-anak dan remaja rentan terhadap informasi yang salah mengenai seks. Jika tidak mendapatkan pendidikan seks yang sepatutnya, mereka akan termakan mitos-mitos tentang seks yang tidak benar. Informasi tentang seks sebaiknya didapatkan langsung dari orang tua yang memiliki perhatian khusus terhadap anak-anak mereka.
Hasil survey Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seks pranikah. Angka yang memprihatinkan di negeri yang cukup menjunjung tinggi nilai moral sehubungan seks. Mengapa mereka bisa melakukan hubungan seks pranikah? Penyebabnya karena kurangnya pendidikan seks kepada anak dan remaja. Kapan pendidikan seks bisa mulai dilakukan?
Kapan Pendidikan Seks Dimulai?
Kapan pendidikan seks bisa mulai diberikan kepada anak? Beberapa orang tua sering menjawab pertanyaan seks dengan jawaban singkat: "Tunggu kamu besar!". Sebenarnya waktu terbaik memberikan pendidikan seks adalah sejak dini! Pendidikan seks dimulai bahkan sejak anak masih balita.
Jika Anda menunda memberikan pendidikan seks pada saat anak Anda mulai memasuki usia remaja, maka itu sudah terlambat. Karena di zaman di mana informasi mudah didapat dari Internet dan teman sebaya, maka saat anak usia remaja mereka telah mengetahui lebih banyak tentang seks dan kemungkinan besar dari sudut pandang yang salah.
Bagaimana Pendidikan Seks Diberikan?
Bagaimana cara terbaik memberikan pendidikan seks kepada anak-anak Anda? Berikut ini beberapa tahapan umur dan cara memberikan pendidikan seks sesuai dengan tingkat usia anak Anda.
*
Balita (1-5 tahun)
Pada usia ini, Anda bisa mulai menanamkan pendidikan seks. Caranya cukup mudah, yaitu dengan mulai memperkenalkan kepada si kecil organ-organ seks miliknya secara singkat. Tidak perlu memberi penjelasan detail karena rentang waktu atensi anak biasanya pendek.
Misalnya saat memandikan si kecil, Anda bisa memberitahu berbagai organ tubuh anak, seperti rambut, kepala, tangan, kaki, perut, dan jangan lupa penis dan vagina atau vulva. Lalu terangkan perbedaan alat kelamin dari lawan jenisnya, misalnya jika si kecil memiliki adik yang berlawanan jenis.
Selain itu, tandaskan juga bahwa alat kelamin tersebut tidak boleh dipertontonkan dengan sembarangan, dan terangkan juga jika ada yang menyentuhnya tanpa diketahui orang tua, maka si kecil harus berteriak keras-keras dan melapor kepada orang tuanya. Dengan demikian, anak-anak Anda bisa dilindungi terhadap maraknya kasus kekerasan seksual dan pelecehan seksual terhadap anak.
*
Usia 3-10 tahun
Pada usia ini, anak biasanya mulai aktif bertanya tentang seks. Misalnya anak akan bertanya dari mana ia berasal. Atau pertanyaan yang umum seperti bagaimana asal-usul bayi. Jawaban-jawaban yang sederhana dan terus terang biasanya efektif.
Contoh #1: "Bayi berasal dari mana?" Anda bisa menjawab dari perut ibu. Atau Anda bisa tunjukkan seorang ibu yang sedang hamil dan menunjukkan lokasi bayi di perut ibu tersebut.
Contoh #2: "Bagaimana bayi keluar dari perut Ibu?" Anda bisa menjawab bayi keluar dari lubang vagina atau vulva supaya bisa keluar dari perut ibu.
Contoh #3: "Mengapa bayi bisa ada di perut?" Anda bisa menjawab bahwa bayi di perut ibu karena ada benih yang diberikan oleh ayah kepada ibu. Caranya adalah ayah memasukkan benih tersebut menggunakan penis dan melalui vagina dari ibu. Itu yang dinamakan hubungan seks, dan itu hanya boleh dilakukan oleh pria dan wanita yang telah menikah.
*
Usia Menjelang Remaja
Saat anak semakin berkembang, mulai saatnya Anda menerangkan mengenai haid, mimpi basah, dan juga perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada seorang remaja. Anda bisa terangkan bahwa si gadis kecil akan mengalami perubahan bentuk payudara, atau terangkan akan adanya tumbuh bulu-bulu di sekitar alat kelaminnya.
*
Usia Remaja
Pada saat ini, seorang remaja akan mengalami banyak perubahan secara seksual. Anda perlu lebih intensif menanamkan nilai moral yang baik kepadanya. Berikan penjelasan mengenai kerugian seks bebas seperti penyakit yang ditularkan dan akibat-akibat secara emosi.
Menurut penelitian, pendidikan seks sejak dini akan menghindari kehamilan di luar pernikahan saat anak-anak bertumbuh menjadi remaja dan saat dewasa kelak. Tidak perlu tabu membicarakan seks dalam keluarga. Karena anak Anda perlu mendapatkan informasi yang tepat dari orang tuanya, bukan dari orang lain tentang seks.
Karena rasa ingin tahu yang besar, jika anak tidak dibekali pendidikan seks, maka anak tersebut akan mencari jawaban dari orang lain, dan akan lebih menakutkan jika informasi seks didapatkan dari teman sebaya atau Internet yang informasinya bisa jadi salah. Karena itu, lindungi anak-anak Anda sejak dini dengan membekali mereka pendidikan mengenai seks dengan cara yang tepat. Read More...
Anak-anak dan remaja rentan terhadap informasi yang salah mengenai seks. Jika tidak mendapatkan pendidikan seks yang sepatutnya, mereka akan termakan mitos-mitos tentang seks yang tidak benar. Informasi tentang seks sebaiknya didapatkan langsung dari orang tua yang memiliki perhatian khusus terhadap anak-anak mereka.
Hasil survey Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seks pranikah. Angka yang memprihatinkan di negeri yang cukup menjunjung tinggi nilai moral sehubungan seks. Mengapa mereka bisa melakukan hubungan seks pranikah? Penyebabnya karena kurangnya pendidikan seks kepada anak dan remaja. Kapan pendidikan seks bisa mulai dilakukan?
Kapan Pendidikan Seks Dimulai?
Kapan pendidikan seks bisa mulai diberikan kepada anak? Beberapa orang tua sering menjawab pertanyaan seks dengan jawaban singkat: "Tunggu kamu besar!". Sebenarnya waktu terbaik memberikan pendidikan seks adalah sejak dini! Pendidikan seks dimulai bahkan sejak anak masih balita.
Jika Anda menunda memberikan pendidikan seks pada saat anak Anda mulai memasuki usia remaja, maka itu sudah terlambat. Karena di zaman di mana informasi mudah didapat dari Internet dan teman sebaya, maka saat anak usia remaja mereka telah mengetahui lebih banyak tentang seks dan kemungkinan besar dari sudut pandang yang salah.
Bagaimana Pendidikan Seks Diberikan?
Bagaimana cara terbaik memberikan pendidikan seks kepada anak-anak Anda? Berikut ini beberapa tahapan umur dan cara memberikan pendidikan seks sesuai dengan tingkat usia anak Anda.
*
Balita (1-5 tahun)
Pada usia ini, Anda bisa mulai menanamkan pendidikan seks. Caranya cukup mudah, yaitu dengan mulai memperkenalkan kepada si kecil organ-organ seks miliknya secara singkat. Tidak perlu memberi penjelasan detail karena rentang waktu atensi anak biasanya pendek.
Misalnya saat memandikan si kecil, Anda bisa memberitahu berbagai organ tubuh anak, seperti rambut, kepala, tangan, kaki, perut, dan jangan lupa penis dan vagina atau vulva. Lalu terangkan perbedaan alat kelamin dari lawan jenisnya, misalnya jika si kecil memiliki adik yang berlawanan jenis.
Selain itu, tandaskan juga bahwa alat kelamin tersebut tidak boleh dipertontonkan dengan sembarangan, dan terangkan juga jika ada yang menyentuhnya tanpa diketahui orang tua, maka si kecil harus berteriak keras-keras dan melapor kepada orang tuanya. Dengan demikian, anak-anak Anda bisa dilindungi terhadap maraknya kasus kekerasan seksual dan pelecehan seksual terhadap anak.
*
Usia 3-10 tahun
Pada usia ini, anak biasanya mulai aktif bertanya tentang seks. Misalnya anak akan bertanya dari mana ia berasal. Atau pertanyaan yang umum seperti bagaimana asal-usul bayi. Jawaban-jawaban yang sederhana dan terus terang biasanya efektif.
Contoh #1: "Bayi berasal dari mana?" Anda bisa menjawab dari perut ibu. Atau Anda bisa tunjukkan seorang ibu yang sedang hamil dan menunjukkan lokasi bayi di perut ibu tersebut.
Contoh #2: "Bagaimana bayi keluar dari perut Ibu?" Anda bisa menjawab bayi keluar dari lubang vagina atau vulva supaya bisa keluar dari perut ibu.
Contoh #3: "Mengapa bayi bisa ada di perut?" Anda bisa menjawab bahwa bayi di perut ibu karena ada benih yang diberikan oleh ayah kepada ibu. Caranya adalah ayah memasukkan benih tersebut menggunakan penis dan melalui vagina dari ibu. Itu yang dinamakan hubungan seks, dan itu hanya boleh dilakukan oleh pria dan wanita yang telah menikah.
*
Usia Menjelang Remaja
Saat anak semakin berkembang, mulai saatnya Anda menerangkan mengenai haid, mimpi basah, dan juga perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada seorang remaja. Anda bisa terangkan bahwa si gadis kecil akan mengalami perubahan bentuk payudara, atau terangkan akan adanya tumbuh bulu-bulu di sekitar alat kelaminnya.
*
Usia Remaja
Pada saat ini, seorang remaja akan mengalami banyak perubahan secara seksual. Anda perlu lebih intensif menanamkan nilai moral yang baik kepadanya. Berikan penjelasan mengenai kerugian seks bebas seperti penyakit yang ditularkan dan akibat-akibat secara emosi.
Menurut penelitian, pendidikan seks sejak dini akan menghindari kehamilan di luar pernikahan saat anak-anak bertumbuh menjadi remaja dan saat dewasa kelak. Tidak perlu tabu membicarakan seks dalam keluarga. Karena anak Anda perlu mendapatkan informasi yang tepat dari orang tuanya, bukan dari orang lain tentang seks.
Karena rasa ingin tahu yang besar, jika anak tidak dibekali pendidikan seks, maka anak tersebut akan mencari jawaban dari orang lain, dan akan lebih menakutkan jika informasi seks didapatkan dari teman sebaya atau Internet yang informasinya bisa jadi salah. Karena itu, lindungi anak-anak Anda sejak dini dengan membekali mereka pendidikan mengenai seks dengan cara yang tepat. Read More...
Pijat Bayi
Pijat Bayi
Saat sang ibu memandikan sang jabang bayi, tentu dilakukan dengan penuh kasih sayang dan lembut. Sang ibu menikmati saat memandikan si bayi mungil. Dilakukan dengan penuh hati-hati dan perlahan. Namun, hal yang sama juga bisa dilakukan saat memijat bayi. Memijat bayi bisa dilakukan dengan hati-hati dan lembut.
Pijat bayi sudah semakin umum dilakukan oleh banyak orang tua. Pemijatan bayi merupakan kegiatan yang menyenangkan yang membuat orang tua dapat berkomunikasi dengan bayinya baik secara fisik maupun emosi. Seraya memijat dengan lembut, orang tua bisa sambil berbicara dan bersenandung kepada si bayi. Dan biasanya, sang bayi akan membalas dengan tawa, senyuman, atau celoteh yang menyenangkan.
Tujuan Pijat Bayi
Apa tujuan memijat bayi? Berikut ini beberapa manfaat memijat bayi.
*
Pernyataan kasih sayang
Yang terutama yaitu bayi akan merasakan kasih sayang dan kelembutan dari orang tua saat dipijat. Kasih sayang merupakan hal yang penting bagi pertumbuhan bayi. Sentuhan hangat dari tangan dan jari orang tua bisa membuat bayi merasakan pernyataan kasih sayang orang tua.
*
Menguatkan otot
Pijatan terhadap bayi sangat bagus untuk menguatkan otot bayi.
*
Membuat bayi lebih sehat
Memijat bayi bisa memerlancar sistem peredaran darah, membantu proses pencernaan bayi, dan juga memerbaiki pernapasan bayi. Bahkan memijat bayi bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh si bayi.
*
Membantu pertumbuhan
Menurut penelitian, pertumbuhan bayi seperti berat badan akan lebih baik dengan memijat bayi. Bahkan untuk bayi prematur, berat badan bisa bertambah hingga 47 persen dibanding jika tidak dipijat.
*
Meningkatkan kesanggupan belajar
Dengan merangsang indra peraba, indra penglihatan dan pendengaran si bayi, akan meningkatkan daya ingat dan kesanggupan belajar sang bayi.
*
Membuat bayi tenang
Dengan memijat bayi, sama seperti orang dewasa, akan membuat bayi merasa rileks. Hal ini dapat membuat ia bisa tidur lelap lebih lama dan akan lebih tenang.
*
Cara Memijat Bayi
Pemijatan bayi bisa dilakukan dengan usapan-usapan yang lembut pada kaki dan telapak kaki bayi. Lalu dilanjutkan pada punggung, dada, perut, lengan, dan muka bayi. Lakukan dengan senyuman dan tatapan mata yang lembut kepada si bayi sehingga membuat bayi merasa tenteram dan nyaman. Satu tips yang menarik yaitu sebelum memijat, tatap dan belailah wajah sang bayi seolah Anda meminta ijin untuk memijatnya.
Pemijatan dapat dilakukan pada bayi berusia kurang dari 1 tahun. Pemijatan dapat dilakukan setiap hari yaitu pada pagi hari saat bayi bangun dan pada malam hari sebelum bayi tidur.
Jangan lupa membersihkan tangan Anda sebelum memijat bayi. Hindari mengenakan perhiasan seperti cincin atau gelang yang dapat menggores kulit bayi yang lembut. Baringkan bayi di atas tempat yang lembut dan bersih. Saat mengusap atau memijat, jangan dalam kondisi bayi lapar. Karena bayi akan tidak menikmati pijatan Anda dan lebih sering menangis.
Sebelum memijat, Anda bisa melumuri tubuh bayi dengan lotion bayi yang lembut. Saat memijat, awali dengan sentuhan lembut, lalu secara bertahap tambah tekanan pada sentuhan Anda sampai taraf yang patut bagi tubuh bayi yang lembut.
Mulailah pijatan dari daerah kaki. Bayi lebih menyenangi dipijat pada area kaki. Lalu lanjutkan dengan area lainnya dan akhiri dengan area punggung.
Jika bayi menangis, segera hentikan pijatan. Bisa jadi bayi sudah merasa tidak nyaman karena lapar, ingin digendong, atau ingin tidur. Setelah selesai, bersihkan tubuh bayi. Jika pijatan dilakukan pagi hari, bisa dilanjutkan dengan memandikan bayi. Jika dilakukan pada malam hari, cukup bersihkan tubuh bayi dengan air hangat.
Bayi butuh ungkapan kasih sayang dari orang tua. Salah satu cara adalah dengan pijat bayi. Dengan melakukan pemijatan yang tepat, bayi Anda akan mendapat banyak manfaat. Ayo pijat bayi mungil Anda dan mulai rasakan manfaatnya. Read More...
Saat sang ibu memandikan sang jabang bayi, tentu dilakukan dengan penuh kasih sayang dan lembut. Sang ibu menikmati saat memandikan si bayi mungil. Dilakukan dengan penuh hati-hati dan perlahan. Namun, hal yang sama juga bisa dilakukan saat memijat bayi. Memijat bayi bisa dilakukan dengan hati-hati dan lembut.
Pijat bayi sudah semakin umum dilakukan oleh banyak orang tua. Pemijatan bayi merupakan kegiatan yang menyenangkan yang membuat orang tua dapat berkomunikasi dengan bayinya baik secara fisik maupun emosi. Seraya memijat dengan lembut, orang tua bisa sambil berbicara dan bersenandung kepada si bayi. Dan biasanya, sang bayi akan membalas dengan tawa, senyuman, atau celoteh yang menyenangkan.
Tujuan Pijat Bayi
Apa tujuan memijat bayi? Berikut ini beberapa manfaat memijat bayi.
*
Pernyataan kasih sayang
Yang terutama yaitu bayi akan merasakan kasih sayang dan kelembutan dari orang tua saat dipijat. Kasih sayang merupakan hal yang penting bagi pertumbuhan bayi. Sentuhan hangat dari tangan dan jari orang tua bisa membuat bayi merasakan pernyataan kasih sayang orang tua.
*
Menguatkan otot
Pijatan terhadap bayi sangat bagus untuk menguatkan otot bayi.
*
Membuat bayi lebih sehat
Memijat bayi bisa memerlancar sistem peredaran darah, membantu proses pencernaan bayi, dan juga memerbaiki pernapasan bayi. Bahkan memijat bayi bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh si bayi.
*
Membantu pertumbuhan
Menurut penelitian, pertumbuhan bayi seperti berat badan akan lebih baik dengan memijat bayi. Bahkan untuk bayi prematur, berat badan bisa bertambah hingga 47 persen dibanding jika tidak dipijat.
*
Meningkatkan kesanggupan belajar
Dengan merangsang indra peraba, indra penglihatan dan pendengaran si bayi, akan meningkatkan daya ingat dan kesanggupan belajar sang bayi.
*
Membuat bayi tenang
Dengan memijat bayi, sama seperti orang dewasa, akan membuat bayi merasa rileks. Hal ini dapat membuat ia bisa tidur lelap lebih lama dan akan lebih tenang.
*
Cara Memijat Bayi
Pemijatan bayi bisa dilakukan dengan usapan-usapan yang lembut pada kaki dan telapak kaki bayi. Lalu dilanjutkan pada punggung, dada, perut, lengan, dan muka bayi. Lakukan dengan senyuman dan tatapan mata yang lembut kepada si bayi sehingga membuat bayi merasa tenteram dan nyaman. Satu tips yang menarik yaitu sebelum memijat, tatap dan belailah wajah sang bayi seolah Anda meminta ijin untuk memijatnya.
Pemijatan dapat dilakukan pada bayi berusia kurang dari 1 tahun. Pemijatan dapat dilakukan setiap hari yaitu pada pagi hari saat bayi bangun dan pada malam hari sebelum bayi tidur.
Jangan lupa membersihkan tangan Anda sebelum memijat bayi. Hindari mengenakan perhiasan seperti cincin atau gelang yang dapat menggores kulit bayi yang lembut. Baringkan bayi di atas tempat yang lembut dan bersih. Saat mengusap atau memijat, jangan dalam kondisi bayi lapar. Karena bayi akan tidak menikmati pijatan Anda dan lebih sering menangis.
Sebelum memijat, Anda bisa melumuri tubuh bayi dengan lotion bayi yang lembut. Saat memijat, awali dengan sentuhan lembut, lalu secara bertahap tambah tekanan pada sentuhan Anda sampai taraf yang patut bagi tubuh bayi yang lembut.
Mulailah pijatan dari daerah kaki. Bayi lebih menyenangi dipijat pada area kaki. Lalu lanjutkan dengan area lainnya dan akhiri dengan area punggung.
Jika bayi menangis, segera hentikan pijatan. Bisa jadi bayi sudah merasa tidak nyaman karena lapar, ingin digendong, atau ingin tidur. Setelah selesai, bersihkan tubuh bayi. Jika pijatan dilakukan pagi hari, bisa dilanjutkan dengan memandikan bayi. Jika dilakukan pada malam hari, cukup bersihkan tubuh bayi dengan air hangat.
Bayi butuh ungkapan kasih sayang dari orang tua. Salah satu cara adalah dengan pijat bayi. Dengan melakukan pemijatan yang tepat, bayi Anda akan mendapat banyak manfaat. Ayo pijat bayi mungil Anda dan mulai rasakan manfaatnya. Read More...
Autis
Autisme
Autisme atau lengkapnya Autistic Spectrum Disorder (ASD) disebabkan adanya gangguan yang mengganggu fungsi otak. Akibatnya, anak yang menderita autis biasanya mengalami kesulitan dalam hal berkomunikasi dengan orang lain atau dalam hal hubungan sosial dengan dunia sekitarnya. Mereka seolah-olah mempunyai dunia sendiri dan hidup di dunia tersebut tanpa mempedulikan orang lain. Penyebab dari autisme ini belum diketahui.
Anak-anak tersebut juga sulit untuk berkonsentrasi dan sulit fokus pada satu hal. Dengan mudah, mereka dapat tersimpangkan bahkan saat sedang diajak bicara berdua saja. Ini yang menyulitkan untuknya berinteraksi dan berkomunikasi.
Gejala Autis
Anak autis akan terlihat gejalanya khususnya pada saat di bawah umur 3 tahun. Gejala-gejala yang bisa dideteksi untuk penderita autis antara lain:
• Saat diajak berbicara, anak akan menghindari tatap mata dengan lawan bicaranya.
• Jika dipeluk, anak akan menolak.
• Sulit berkata-kata dan memahami komunikasi secara verbal. Perbendaharaan kata untuk berkomunikasi sedikit. Kadangkala mengucapkan kata-kata yang tidak ada artinya.
• Tidak suka bermain dengan anak lain. Mereka asyik dengan bermain sendiri dan jika sudah bisa bicara, mereka cenderung akan bicara sendiri.
• Pada sebagian kasus, anak-anak ini aktif bergerak tetapi gerakannya tidak bertujuan dan berulang-ulang. Misalnya: berputar-putar, menggerak-gerakkkan tangan tanpa tujuan. Tetapi, ada pula anak yang pasif dan pendiam.
• Emosi tidak stabil. Menangis atau marah tanpa sebab dan jika marah bisa merusak barang-barang.
Bantuan Bagi Penderita Autis
Jika menemukan gejala-gejala tersebut, ada baiknya konsultasikan hal tersebut kepada dokter agar medapatkan kepastian. Karena autis bisa saja terjadi pada anak-anak yang normal di awal pertumbuhannya kemudian menunjukkan gejala-gejala tersebut.
Bantuan yang dapat diberikan untuk anak yang mengalami autis adalah dengan memberikan terapi. Memberikan terapi cenderung lebih aman dibandingkan dengan pemberian obat-obatan, apalagi jika anak masih kecil. Tujuan dari terapi adalah membantu agar anak dapat fokus pada satu hal. Tujuan lain adalah agar anak bisa berkomunikasi dan bersosialisai.
Orang tua juga dapat membantu proses ini, misalnya dengan sesering mungkin mengajaknya bicara. Jika anak mulai tersimpangkan, arahkan wajahnya ke arah kita dengan tujuan agar anak menatap mata kita dan tanyakan hal yang sama.
Agar suasana dan pembicaraan menyenangkan, Anda dapat menggunakan alat bantu seperti aneka permainan yang berwarna-warni, buku cerita bergambar atau alat peraga lainnya. Lalu Anda dapat menanyakan, mana orang yang sedang makan, mana anak yang memakai baju merah, ada berapa sapi yang ada di gambar dan pertanyan lain yang memancing anak berkata-kata dan mau berkomunikasi. Jangan lupa memberikan pujian pada anak jika dia sudah menjawab dengan benar dan tunjukkan kasih sayang Anda misalnya dengan mengelus kepalanya.
Bantu juga anak Anda untuk melakukan gerakan-gerakan tubuh yang teratur. Salah satu caranya adalah dengan melakukan senam atau Anda dapat membantu menggerakkan tubuhnya dengan mengangkat tangannya beberapa kali, menggerakkan tangan ke kanan kiri dan gerakan lainnya untuk membantu memperbaiki gerak motorik pada anak.
Selain bantuan dari luar, Anda juga dapat memperhatikan makanan untuk mereka. Berikan makanan bergizi dengan nutrisi yang tepat. Anak autis umumnya bermasalah pada sistem pencernaan dan tidak dapat menerima makanan yang mengandung casein (protein susu) dan gluten (protein tepung). Untuk membantu fungsi otak, Anda dapat juga memberikan makanan atau suplemen yang mengandung Omega-3.
Merawat anak yang mengalami autis memang tidak mudah. Perlu kesabaran dan perhatian untuk membantu mereka. Tetapi, seorang anak tetaplah berharga dan layak mendapatkan kasih sayang.
Read More...
Autisme atau lengkapnya Autistic Spectrum Disorder (ASD) disebabkan adanya gangguan yang mengganggu fungsi otak. Akibatnya, anak yang menderita autis biasanya mengalami kesulitan dalam hal berkomunikasi dengan orang lain atau dalam hal hubungan sosial dengan dunia sekitarnya. Mereka seolah-olah mempunyai dunia sendiri dan hidup di dunia tersebut tanpa mempedulikan orang lain. Penyebab dari autisme ini belum diketahui.
Anak-anak tersebut juga sulit untuk berkonsentrasi dan sulit fokus pada satu hal. Dengan mudah, mereka dapat tersimpangkan bahkan saat sedang diajak bicara berdua saja. Ini yang menyulitkan untuknya berinteraksi dan berkomunikasi.
Gejala Autis
Anak autis akan terlihat gejalanya khususnya pada saat di bawah umur 3 tahun. Gejala-gejala yang bisa dideteksi untuk penderita autis antara lain:
• Saat diajak berbicara, anak akan menghindari tatap mata dengan lawan bicaranya.
• Jika dipeluk, anak akan menolak.
• Sulit berkata-kata dan memahami komunikasi secara verbal. Perbendaharaan kata untuk berkomunikasi sedikit. Kadangkala mengucapkan kata-kata yang tidak ada artinya.
• Tidak suka bermain dengan anak lain. Mereka asyik dengan bermain sendiri dan jika sudah bisa bicara, mereka cenderung akan bicara sendiri.
• Pada sebagian kasus, anak-anak ini aktif bergerak tetapi gerakannya tidak bertujuan dan berulang-ulang. Misalnya: berputar-putar, menggerak-gerakkkan tangan tanpa tujuan. Tetapi, ada pula anak yang pasif dan pendiam.
• Emosi tidak stabil. Menangis atau marah tanpa sebab dan jika marah bisa merusak barang-barang.
Bantuan Bagi Penderita Autis
Jika menemukan gejala-gejala tersebut, ada baiknya konsultasikan hal tersebut kepada dokter agar medapatkan kepastian. Karena autis bisa saja terjadi pada anak-anak yang normal di awal pertumbuhannya kemudian menunjukkan gejala-gejala tersebut.
Bantuan yang dapat diberikan untuk anak yang mengalami autis adalah dengan memberikan terapi. Memberikan terapi cenderung lebih aman dibandingkan dengan pemberian obat-obatan, apalagi jika anak masih kecil. Tujuan dari terapi adalah membantu agar anak dapat fokus pada satu hal. Tujuan lain adalah agar anak bisa berkomunikasi dan bersosialisai.
Orang tua juga dapat membantu proses ini, misalnya dengan sesering mungkin mengajaknya bicara. Jika anak mulai tersimpangkan, arahkan wajahnya ke arah kita dengan tujuan agar anak menatap mata kita dan tanyakan hal yang sama.
Agar suasana dan pembicaraan menyenangkan, Anda dapat menggunakan alat bantu seperti aneka permainan yang berwarna-warni, buku cerita bergambar atau alat peraga lainnya. Lalu Anda dapat menanyakan, mana orang yang sedang makan, mana anak yang memakai baju merah, ada berapa sapi yang ada di gambar dan pertanyan lain yang memancing anak berkata-kata dan mau berkomunikasi. Jangan lupa memberikan pujian pada anak jika dia sudah menjawab dengan benar dan tunjukkan kasih sayang Anda misalnya dengan mengelus kepalanya.
Bantu juga anak Anda untuk melakukan gerakan-gerakan tubuh yang teratur. Salah satu caranya adalah dengan melakukan senam atau Anda dapat membantu menggerakkan tubuhnya dengan mengangkat tangannya beberapa kali, menggerakkan tangan ke kanan kiri dan gerakan lainnya untuk membantu memperbaiki gerak motorik pada anak.
Selain bantuan dari luar, Anda juga dapat memperhatikan makanan untuk mereka. Berikan makanan bergizi dengan nutrisi yang tepat. Anak autis umumnya bermasalah pada sistem pencernaan dan tidak dapat menerima makanan yang mengandung casein (protein susu) dan gluten (protein tepung). Untuk membantu fungsi otak, Anda dapat juga memberikan makanan atau suplemen yang mengandung Omega-3.
Merawat anak yang mengalami autis memang tidak mudah. Perlu kesabaran dan perhatian untuk membantu mereka. Tetapi, seorang anak tetaplah berharga dan layak mendapatkan kasih sayang.
Read More...
Langganan:
Postingan (Atom)